A.
JUDUL
USAHA
“Mini Hospital Farm” Sebagai upaya pengobatan dan usaha penggemukan
ternak kambing.
B.
LATAR
BELAKANG
Performa atau penampilan
seekor ternak ditentukan oleh genetik dan keadaan lingkungan dimana dia hidup. Genetik
adalah sesuatu yang memengaruhi penampilan ternak yang berasal dari dalam yaitu
garis keturunan dari induknya, jadi apabila induknya bagus dan unggul maka
dapat diprediksi anakannya juga akan unggul. Lingkungan adalah segala sesuatu
yang memengaruhi penampilan ternak yang berasal dari luar tubuh. Lingkungan
meliputi kandang, temperatur, kelembapan, teknis dan juga pakan. Hal tersebut
dapat dirumuskan dengan P = G + E dimana P (performance),
G (genetic) dan E adalah environment atau lingkungan. Genetik mendukung
30 % dari penampilan seekor ternak dan 70 % adalah karena pengaruh lingkungan.
Dalam suatu usaha
tentunya akan dicari hasil terbaiknya. Genetik tentunya akan dicari indukan
yang memiliki sifat unggul dan bagus. Namun seringkali lingkungan yang tidak
sesuai akan membuat penampilan ternak yang dikehendaki dan sesuai dengan
bangsanya tidak tercapai. Permasalahan lingkungan dalam beternak yang sering
terjadi adalah mengenai manajemen pakan dan kandang.
Hewan ternak seperti
kambing merupakan makhluk hidup yang tidak dapat dibohongi. Maksudnya adalah
dalam hal pemberian pakan. Ketika kita mengurangi jumlah pakan dan apabila
pakan yang kita berikan kualitasnya rendah maka respon akan ditunjukkan dengan
bobot badan yang pertambahannya sangat kecil atau bahkan tidak bertambah.
Banyak kambing yang dijual di pasar-pasar yang sangat kurus karena kesalahan
dalam manajemen pakan.
Kandang merupakan
sebagai tempat tinggal ternak untuk hidup, tumbuh dan berkembang biak serta
melakukan produksi. Kandang yang baik tentunya akan membuat 4 hal diatas dapat
tercapai. Seringkali peternak-peternak Indonesia yang mayoritas adalah peternak
rakyat menyeting kandang dengan keadaaan seadanya. Mereka kurang memerhatikan kenyamanan
ternak yang penting ternak tidak kepanasan dan kehujanan. Padahal penyakit dan gangguan yang menyerang
ternak tidak hanya itu saja. Kebersihan kandang menjadi salah satu hal yang
harus diperhatikan dalam beternak. Seringkali di peternakan rakyat tersebut
ternak tidur beralaskan kotoran (srintil)
langsung dan juga sisa-sisa pakan yang tercampur urin. Akibatnya sering terjadi
penyakit kulit pada ternak seperti kudix, kutu, dan caplak. Hal tersebut
tentunya akan memengaruhi pertumbuhan ternak.
Mini Hosipital Farm adalah salah satu upaya pengobatan dan pemulihan
untuk ternak yang mengalami sakit luar seperti kudix, kutu dan caplak dengan
menggunakan kandang khusus. Penyakit atau gangguan tersebut dapat membuat
ternak mengalami kelumpuhan dan mengalami gangguan reproduksinya. Upaya
tersebut selain menyelamatkan ternak juga akan menyelamatkan hak-hak konsumen
daging kambing karena walau yang terserang adalah hanya bagian luar namun yang
namanya cemaran biologis akan memengaruhi dagingnya. Kecurangan-kecurangan
dengan menyembelih ternak yang sakit sering ditemui di pasar-pasar hewan dan
bahkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Harga ternak yang murah menjadi latar
belakang mengapa hal tersebut terjadi. Keamanan pangan hassil ternak pun tidak
didapatkan sehingga otomatis hak konsumen tidak terpenuhi.
Mini Hosipital Farm juga merupakan usaha untuk penggemukan ternak
kambing yang kurus akibat defisiensi nutrien pakan. Ternak kambing yang kurus
memiliki harga jual yang relatif lebih murah. Apabila dilakukan manajemen
lingkungan yang baik akan mengembalikan produktifitas ternak seperti semula.
Perbaikan nutrien dan perbaikan teknis adalah yang utama dalam pengelolaan Mini Hosipital Farm. Penggemukan ternak kurus atau kurang
nutrisi akan memberikan keuntungan yang lebih besar. Tantangan dalam Mini Hosipital Farm adalah ternak akan
mati. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan perlakukan intensif terhadap
ternak.
Mini Hospital Farm menggunakan kandang ternak kambing biasa.
Kandang diseting dengan diberikan pembatas atau sekat yang memisahkan dengan
kandang ternak sehat lainnya. Secara langsung tidak ada perbedaan model kandang
dengan ternak sehat, hanya Mini Hospital
Farm lebih mengintensifkan perlakuan dalam pemeliharaan untuk penyembuhan.
C.
LOKASI
USAHA
·
Lokasi Produksi
Lokasi produksi atau
lokasi pengobatan dan penggemukan yaitu Mini
Hospital Farm terletak di Sroyo Rt 01 Rw 10, Sroyo, Jaten, Karanganyar.
·
Lokasi Pemasaran
Lokasi pemasaran produk adalah warga
sekitar tempat produksi, penjual sate dan juga pasar-pasar hewan di daerah
Karesidenan Surakarta.
D.
PRODUK
YANG DIHASILKAN
Produk
yang dihasilkan adalah ternak kambing yang sudah sembuh dari penyakit kulit dan
telah gemuk dan siap potong. Karakteristik ternak yang sembuh dari penyakit
kudix, kutu dan caplak adalah dengan tumbuh normal bulu dan warna bulu juga
cerah. Ternak yang gemuk dan sehat ditandai dengan padatnya daging pada tubuh
ternak kambing tersebut. Produk ternak ini tentunya aman untuk dikonsumsi
setelah disembelih, ternak akan disembelih setelah 30 hari pengobatan vaksin
secara injeksi. Vaksin setelah 30 hari sudah terbuang bersama kotoran dan urin
sehingga tidak meninggalkan residu.
E.
TEKNOLOGI
YANG DITERAPKAN
1. Bahan
Bahan
yang digunakan adalah ternak kambing yang sakit kulit dan kambing yang kurus
karena defisiensi nutrien. Pengobatan dengan menggunakan obat injeksi wormectin dan pengunaan pakan-pakan
berkualitas untuk penggemukan.
2. Alat
Alat
yang digunakan adalah jarum suntik, sikat, pasak pengikat dan alat kandang seperti
tempat pakan dan minum.
3. Pasokan
Bahan Baku
Bahan
baku berasal dari peternak-peternak yang ada di kampung-kampung dan berasal
dari pasar-pasar hewan ternak di Karesidenan Surakarta yang tentunya kambing
sakit dan kurus defisiensi nutrien.
4. Produksi
Proses
pemulihan diawali dengan penyuntikan obat wormectin pada lapisan subkutan kulit
ternak. Dosis untuk penyuntikan pada kambing adalah sebanyak 0,5 ml per 25 kg
bobot ternak untuk per harinya. Penyuntikan dilakukan 3 kali selama penyembuhan
tepatnya di minggu pertama penyembuhan. Ternak diletakkan di kandang yang
letaknya agak berjauhan dari kandang ternak yang sehat. Setelah satu minggu
ternak dimandikan dengan diberi shampoo untuk menyegarkan kembali tubuhnya.
Setelah dimandikan ternak dijemur dibawah matahari sampai sekitar jam 10 pagi
dengan diberi pakan-pakan yang berkualitas.
Ternak
yang telah kering tubuhnya dimasukkan ke kandang dan sudah dapat didekatkan
dengan kandang ternak yang sehat. Kutu dan kudix dalam kulit ternak tersebut
sudah mati dan tinggal menunggu pergantian kulit luar dan tumbuhnya bulu.
Namun, untuk pakan masih disendirikan, karena nafsu makan ternak tersebut belum
pulih 100 %, jadi apabila dijadikan satu nanti dikhawatirkan akan dimakan ternak
yang sehat sehingga pakan yang dikonsumsi menjadi berkurang.
Pemandian
ternak dapat dilakukan sesering mungkin agar rambutnya cepat tumbuh dan ketika
tubuh ternak segar akan membangkitkan nafsu makannya. Pakan yang diberikan
adalah pakan hijauan dan air kedelai untuk memaksimalkan penggemukan. Setelah ±
2 bulan ternak sudah pulih dan sudah gemuk.
Pemulihan
dan penggemukan ternak kurus dapat dilakukan uji dengan menggunakan pakan.
Ketika dikasih pakan dan nafsu makan tinggi, ternak tidak perlu diberi jamu
penambah nafsu makan. Namun apabila nafsu makan ternak rendah dapat diberi
jamu-jamu tradisional yang bahannya adalah jahe, temu hitam dan gula jawa. Jahe
dan temu hitam diambil sarinya untuk jamu ternak. Jamu tersebut dicekokkan ke
ternak ketika pagi hari sebelum dipakan. Jamu akan meningkatkan nafsu makan
ternak dan akan membuat konsumsi pakan menjadi tinggi dan akan berdampak pada
naiknya bobot badan ternak.
F.
PROSPEK
USAHA
Peluang
usaha masih terbuka apabila dapat bertindak lebih. Maksudnya apabila mau turun
langsung ke lapangan akan lebih mudah mendapatkan ternak dengan kriteria
tersebut tanpa melalui blantik atau
penjual ternak. Masyarakat juga lebih menyukai membeli ternak langsung ke
peternakannya tanpa melalui blantik. Obat seperti wormectin mudah di dapat di
took-toko obat dan pakan ternak. Hijauan juga mudah didapatkan.
G.
PEMASARAN
1. Sasaran
Konsumen
·
Masyarakat sekitar
·
Pedagang sate
2. Metode
Pemasaran
Metode
pemasaran dengan memromosikan produk ke masyarakat sekitar yang sekiranya
membutuhkan ternak kambing untuk hajatan, aqiqoh, dan syukuran. Mereka akan
memilih langsung ke peternakan apabila mengetahui info tentang hal tersebut.
Promosi juga dilakukan ke pedagang-pedagang sate di sekitar lokasi kandang Mini Hospital Farm. Pemasaran akan
dilakukan secara online juga melalui media sosial.
H.
KEUANGAN
Kebutuhan
sekali proses penyembuhan
|
Bahan
|
Harga
|
|
4 ekor ternak sakit dan kurus, 5 x Rp 850.000
|
Rp 4.250.000,-
|
|
Tenaga Pencari pakan 30 hari x Rp
20.000
|
Rp
600.000,-
|
|
2 botol wormectin 5 ml, 2 x Rp. 8500
|
Rp
17.000,-
|
|
Jarum suntik 10 x Rp 2000
|
Rp
20.000,-
|
|
Jahe dan temu hitam
|
Rp
20.000,-
|
|
Gula Jawa ¼ Kg
|
Rp 5.000,-
|
|
Shampoo 12 x Rp 500
|
Rp 6.000,-
|
|
Alkohol 75 %
|
Rp
10.000,-
|
|
Air rebusan kedelai 0,5 L x 4 x 30 xRp
500
|
Rp
30.000,-
|
|
TOTAL
|
Rp 4.958.000,-
|
Analisis Penjualan sekali penyembuhan
5 ekor x 1.300.000 Rp 6.500.000
Keuntungan yang diharapkan Rp 6.500.000 – Rp
4.958.000 = Rp 1.542.000,-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar